Cara Menghentikan Anak Anda Dari Menonton Terlalu Banyak Televisi

Rata-rata anak Amerika menghabiskan 26 jam seminggu di depan televisi, dan anak-anak mulai menonton TV lebih awal daripada di masa lalu. Televisi sering digunakan sebagai "babysitter", atau anak-anak diperbolehkan memiliki TV di kamar tidur mereka, sehingga orang tua kehilangan kendali atas apa dan berapa banyak televisi yang ditonton, dan tidak menghabiskan cukup waktu keluarga bersama anak-anak mereka.

Akal sehat memberitahu kita terlalu banyak waktu TV tidak sehat, dan penelitian mendukung insting tersebut. Ada bukti bahwa menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan snack pada junk food, sehingga mempromosikan asupan kalori yang meningkat. Menonton televisi yang tidak bergerak ditambah dengan asupan kalori yang meningkat mendorong obesitas, sehingga harga diri rendah, dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan berat badan yang berlebihan. Beberapa masalah segera terjadi, beberapa muncul di masa dewasa. Studi menunjukkan bahwa kekerasan TV mempromosikan agresi kehidupan nyata pada anak-anak, dan bahkan dapat mengarah pada pengembangan ADHD, dan meningkatkan perilaku pengambilan risiko pada remaja.

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah efek berbahaya TV ini? Itu mudah. Matikan TV dan dorong bermain! Dua tahun pertama kehidupan anak Anda merupakan jendela kritis untuk perkembangan saraf. Anak-anak tidak boleh diperbolehkan menonton TV sama sekali selama waktu itu. Sebaliknya, mereka harus bermain dengan mainan sesuai usia yang akan membantu mereka mengembangkan ketangkasan dan imajinasi pengguna.

Setelah usia 2 tahun, anak-anak harus menonton tidak lebih dari 1-2 jam TV (termasuk waktu komputer juga!). American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa menonton TV secara konsisten lebih dari 1-2 jam sehari dapat menyebabkan perilaku tidur dan masalah perhatian, sehingga para ahli menyarankan untuk memberi batasan pada waktu menonton TV anak-anak.

Studi menunjukkan bahwa lebih mudah untuk menurunkan perilaku menetap daripada meningkatkan aktivitas fisik. Begitu orang tua membatasi waktu TV / komputer, anak-anak akan lebih aktif. Namun, orang tua harus sedikit lebih proaktif untuk meningkatkan aktivitas fisik anak-anak mereka dengan penjadwalan waktu bermain yang melibatkan pengerahan tenaga fisik.

Seorang anak tidak boleh memiliki pesawat televisi di kamar tidurnya, karena mempromosikan terlalu banyak menonton TV dan memisahkan anak dari keluarga. Selain itu, ketika seorang anak memiliki satu set TV di kamarnya, orang tua kehilangan kendali atas apa dan berapa banyak TV yang ditonton anak mereka. Televisi harus digunakan sebagai alat pendidikan untuk anak-anak yang lebih tua. Orangtua harus memilih program yang mereka ingin anak-anak mereka tonton, tonton bersama sebagai satu keluarga, dan gunakan mereka sebagai titik awal untuk diskusi. American Academy of Pediatrics merekomendasikan hal berikut untuk membantu anak Anda mengembangkan kebiasaan menonton yang positif:

1. Tetapkan batas. Batasi penggunaan TV, film, dan permainan video dan komputer Anda untuk anak-anak tidak lebih dari 1 atau 2 jam per hari. Jangan biarkan anak Anda menonton TV sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan menaruh TV di kamar tidur anak Anda.

2. Rencanakan apa yang harus diperhatikan. Daripada membalik-balik saluran, gunakan panduan program dan peringkat TV untuk membantu Anda dan anak-anak Anda memilih acara mana yang akan ditonton. Hidupkan TV untuk menonton program dan matikan ketika sudah berakhir. Atau gunakan DVR seperti TiVo untuk merekam hanya acara yang diizinkan untuk ditonton anak Anda. Anda dapat melewati iklan juga!

3. Nonton TV bersama anak-anak Anda. Kapan pun memungkinkan, tontonlah TV bersama anak-anak Anda dan bicaralah tentang apa yang mereka lihat. Jika anak-anak Anda masih sangat muda, mereka mungkin tidak dapat membedakan antara pertunjukan, iklan, kartun, atau kehidupan nyata. Sangat berhati-hati terhadap program "berbasis realitas". Sebagian besar acara ini tidak sesuai untuk anak-anak.

4. Temukan pesan yang tepat. Beberapa program TV menunjukkan orang sebagai stereotip. Jika Anda melihat ini, bicarakan dengan anak-anak Anda tentang peran kehidupan nyata wanita, orang tua, dan orang-orang dari ras lain.

5. Bantu anak-anak Anda menolak iklan. Ketika anak-anak Anda meminta hal-hal yang mereka lihat di TV, jelaskan bahwa tujuan iklan adalah untuk membuat orang-orang menginginkan hal-hal yang tidak mereka perlukan.

6. Cari video dan DVD anak-anak berkualitas. Ada banyak video berkualitas dan DVD tersedia untuk anak-anak. Periksa ulasan sebelum membeli atau menyewa program atau film.

7. Berikan opsi lain. Menonton TV bisa menjadi kebiasaan bagi anak-anak Anda. Bantu mereka menemukan hal-hal lain untuk dilakukan seperti bermain, membaca, belajar hobi, olahraga, alat musik, atau seni, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau tetangga.

8. Tetapkan contoh yang baik. Sebagai teladan, membatasi menonton TV Anda sendiri dan memilih program dengan hati-hati akan membantu anak-anak Anda melakukan hal yang sama.

9. Ekspresikan pandangan Anda. Bila Anda suka atau tidak menyukai sesuatu yang Anda lihat di TV, buatlah diri Anda didengar. Stasiun, jaringan, dan sponsor memperhatikan surat-surat dari publik. Jika Anda berpikir iklan menyesatkan atau menargetkan anak-anak secara tidak tepat, catat nama produk, saluran, dan waktu Anda melihat iklan tersebut dan jelaskan kekhawatiran Anda.